Logo Bloomberg Technoz

Usai BI Rate Ditahan, Rupiah Masih Lunglai di Rp17.175/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
22 April 2026 15:26

Bank Indonesia akan luncurkan Rupiah Digital, stablecoin Indonesia (Diolah)
Bank Indonesia akan luncurkan Rupiah Digital, stablecoin Indonesia (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan nilai tukar rupiah masih lunglai, ketika Bank Indonesia (BI) memaparkan keputusan suku bunga acuan setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) di awal kuartal II-2026 ini. 

Pada Rabu (22/4/2026), rupiah ditutup melemah 0,18% di level Rp17.175/US$. Rupiah melanjutkan pelemahannya sejak dibuka tadi pagi di tengah sedikit meredanya tensi perang Amerika Serikat (AS) dengan Iran. 

Pergerakan rupiah dalam tiga hari terakhir, per Rabu (22/4/2026). (Bloomberg)

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama cenderung jinak masih di level 98,31. Begitu juga dengan harga minyak mentah mulai kembali melandai dan turun 0,13% ke posisi US$98,35 per barel. 


Harga minyak yang melandari, membuat pergerakan mata uang di pasar Asia cenderung beragam. Won Korea Selatan berhasil rebound dan menguat 0,18%, dolar Singapura memguat 0,13%, yen Jepang 0,08%, dan yuan China serta offshore masing-masing 0,07%. 

Sebaliknya, rupee India melemah 0,37%, disusul peso Filipina 0,35%, dan rupiah 0,18%, kemudian dolar Taiwan 0,17%, baht Thailand 0,13%, ringgit Malaysia juga melemah 0,07%. 

Pergerakan mata uang Asia, pada Rabu sore (22/4/2026). (Bloomberg)