Pakar: Masalah Kurs Bayangi Setoran PT DSI ke Penambang
Sabrina Mulia Rhamadanty
06 June 2026 09:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Skema pembayaran tambang dari PT Danantara Sumberdaya (DSI) kepada para pemilik tambang setelah ekspor satu pintu berlaku dinilai memiliki risiko yang berhubungan dengan fluktuasi nilai tukar (kurs).
Senior Advisor Bumi Capital, Ashok Mitra menyoroti kompleksitas transaksi pembayaran ini, apalagi jika terjadi penundaan waktu pembayaran kepada penambang.
“Dari mekanisme yang berjalan, Danantara Sumberdaya bisa menerima pendapatan dalam denominasi mata uang asing seperti Dolar AS (USD), Ringgit Malaysia (MYR), maupun Yuan China (CNY). Namun, dana tersebut nantinya harus disalurkan kepada para pemilik tambang lokal dalam bentuk Rupiah (IDR),” ungkap Ashok dalam agenda Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2026 di Jakarta, dikutip Sabtu (6/6/2026).
Masalah krusial muncul apabila terjadi penundaan pembayaran (delayed payment) dari pihak Danantara kepada pemilik tambang, misalnya dalam rentang waktu satu hingga tiga bulan.
Ashok menekankan pergerakan nilai tukar yang sangat dinamis selama masa penundaan tersebut dinilai dapat memicu ketidakpastian finansial yang besar.



























