Logo Bloomberg Technoz

Bos BI & Menkeu Sepakati 2 Jurus Kuatkan Rupiah

Azura Yumna Ramadani Purnama
06 June 2026 10:51

Keterangan Pers Pimpinan DPR, Menkeu dan Gubernur BI (Tangkapan Layar)
Keterangan Pers Pimpinan DPR, Menkeu dan Gubernur BI (Tangkapan Layar)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo membeberkan dua strategi penguatan koordinasi antara otoritas moneter dan fiskal saat ini demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Strategi pertama, otoritas fiskal dan moneter bersama-sama akan meningkatkan daya tarik imbal hasil pada instrumen investasi agar aliran dana asing masuk ke pasar keuangan nasional. 

"Dengan kenaikan bunga luar negeri, ada terjadi outflow di saham, SBN (Surat Berharga Negara), dan kecil di SRBI (Sekuritas Rupiah BI). Maka itu, fiskal dan moneter sepakat untuk sama-sama meningkatkan imbal hasil untuk inflow kembali masuk besar dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," papar Perry dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Sabtu (6/6/2026).


Strategi kedua, otoritas fiskal dan moneter berupaya bersama untuk menjaga kecukupan likuiditas, baik di pasar uang maupun industri perbankan. Hal ini dilakukan dengan strategi pengelolaan kas negara tetap berada di bank sentral, dengan peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah. 

"Dengan demikian, operasi moneter tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, sementara operasi fiskal juga mendukung. Dua hal itu kami lakukan," kata Perry.