Krisis Kepercayaan Belum Usai, Tekanan ke Rupiah Berlanjut
Tim Riset Bloomberg Technoz
05 June 2026 08:36

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melanjutkan tren pelemahan setelah perdagangan kemarin menembus level Rp18.000/US$.
Dalam perdagangan di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) Jumat (5/6/2026), rupiah diperdagangkan di level Rp18.066/US$, melemah 0,13%, pada pukul 07.30 WIB. Lalu, pada 08.10 WIB, rupiah di luar negeri melemah 0,27% ke Rp18.090/US$.
Pergerakan rupiah di pasar luar negeri melanjutkan tren pelemahannya sejak awal bulan Juni, diperparah oleh kuatnya indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama sebesar 99,43.
Di sisi lain, ketidakpastian perang AS-Iran menambah beban bagi rupiah yang diliputi sentimen defisit fiskal, dengan harga minyak mentah bertahan tinggi US$95 per barel, melampaui asumsi APBN RI, US$70 per barel.
Sebenarnya pergerakan harga minyak yang masih mahal dan ketidakpastian geopolitik juga turut menggiring mata uang kawasan pada zona merah. Di pasar keuangan yang sudah buka, won Korea Selatan, ringgit Malaysia, baht Thailand, dolar Singapura, dan yuan offshore.


























