Logo Bloomberg Technoz

Menelisik Penyebab 'Kebakaran' IHSG dan Rupiah

Tim Riset Bloomberg Technoz
04 June 2026 10:11

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar keuangan Indonesia melemah dalam pada perdagangan kemarin. Pagi ini, baik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun nilai tukar rupiah masih melaju di jalur merah.

Pada Rabu (3/6/2026), IHSG finis di posisi 5.941,07. Jatuh 4,11% dibandingkan hari sebelumnya.

IHSG pun mencatat posisi terendah sejak Mei 2021. Artinya, IHSG terlemah dalam sekira lima tahun terakhir.


Hari ini, Kamis (4/6/2026), IHSG masih mengalami tekanan yang tidak ringan. Pada pukul 09:19 WIB, IHSG tersungkur 4,75% ke 5.658,76.

IHSG Terlemah Sejak Mei 2021 atau 5 Tahun Silam (Bloomberg)

Sedangkan nilau tukar rupiah hari ini dibuka melemah 0,06% ke level Rp17.960/US$. Pada pukul 09:25 WIB, rupiah berlanjut melemah 0,25% ke posisi Rp18.020/US$. Mata uang Ibu Pertiwi resmi mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah.