Logo Bloomberg Technoz

SRBI Diborong Saat Kredit ke Sektor Riil Lesu

Redaksi
16 April 2026 13:50

Logo Bank Indonesia.
Logo Bank Indonesia.

Bloomberg Technoz, Jakarta - Para pemilik modal terus memburu instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di tengah ketidakpastian geopolitik dan lesunya perekonomian domestik.

Instrumen ini tengah menjadi buruan pelaku pasar lantaran semakin menawarkan imbal hasil tinggi. Melansir data Bloomberg, imbal hasil (yield) SRBI naik mencapai level tertingginya sejak Juli tahun lalu dan menyentuh 5,76% untuk tenor 12 bulan.

Imbal hasil SRBI naik tertinggi sejak Juli 2026. (Bloomberg).

Volatilitas yang terjadi pada rupiah sejak awal tahun juga telah membuat BI melakukan banyak intervensi moneter, SRBI salah satunya menjadi alat untuk menyerap likuiditas rupiah sekaligus mendukung stabilisasi nilai tukarnya.


Dengan kondisi rupiah yang terus rentan, BI pun menambah frekuensi lelang dari sepekan satu kali pada Jumat menjadi dua kali (Rabu dan Jumat) sejak Februari 2026.

Selama kuartal I-2026, BI setidaknya telah melakukan 19 kali lelang SRBI.