Logo Bloomberg Technoz

Melemahnya nilai tukar rupiah pada penutupan sore ini menggenapi pelemahannya selama satu bulan yang telah mencapai 1,05%. Terkait hal ini

, Bank Indonesia (BI) menyatakan terus memperkuat bauran kebijakan baik moneter makroprudensial dan sistem pembayaran.

Beberapa upaya BI dalam menjaga stabilitas di antaranya dengan memperkuat struktur suku bunga pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai alat untuk menyerap likuiditas rupiah sekaligus mendukung stabilisasi nilai tukar.

"Sejak Februari secara bertahap terus melakukan penyesuaian pada suku bunga SRBI sehingga jadi instrumen yang memiliki daya tarik terhadap foreign inflow," kata Destry Damayanti, Deputi Gubernnur BI, dalam paparan hasil RDG pada Rabu (22/4/2026). 

Memang pasar SRBI belakangan ini mendapat animo dari para investor karena tingkat imbal hasil yang tinggi. Melansir data Bloomberg, imbal hasil (yield) SRBI naik mencapai level tertingginya sejak Juli tahun lalu dan menyentuh 5,76% untuk tenor 12 bulan.

Imbal hasil SRBI naik tertinggi sejak Juli 2026. (Bloomberg).

Destry menyebut inflow asing di SRBI terus berlanjut pada April ini, mencapai Rp29 triliun. "Sehingga year to date SRBI sudah terjadi inflow sebesar Rp54,3 triliun," kata Destry dalam paparannya. 

Berdasarkan data dari laman BI, investor tercatat terus mengakumulasi SRBI sejak awal 2026. Posisi investor di SRBI pada November 2025 hanya Rp86,66 triliun, lalu melonjak pada Desember menjadi Rp114,05 triliun, dan Januari naik menjadi Rp121,9 triliun kemudian pada Februari naik lagi menjadi Rp150,79 triliun.

(dsp)

No more pages