Logo Bloomberg Technoz

Kasus Ebola Kongo Melonjak & Peringatan CDC AS

News
06 June 2026 16:45

Ilustrasi virus Ebola (Envato)
Ilustrasi virus Ebola (Envato)

Jason Gale - Bloomberg News

Bloomberg, Kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo melonjak sebanyak 71 kasus dalam sehari dengan 21 kematian tambahan saat petugas kesehatan memperluas pengujian di kota pertambangan yang diyakini sebagai titik awal wabah. Hal ini mengindikasikan bahwa epidemi ini mungkin jauh lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Menurut laporan Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Kongo, yang dirilis kemarin, jumlah kasus yang dikonfirmasi laboratorium menjadi 452 kasus dan jumlah kematian yang terkonfirmasi menjadi 82 orang. Otoritas kesehatan telah mulai memproses sampel di Mongbwalu, pusat pertambangan emas tradisional di Provinsi Ituri yang menjadi pusat wabah, guna mengurangi keterlambatan dalam mengonfirmasi kasus yang dicurigai.


Para peneliti di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memperingatkan pada hari Jumat bahwa wabah Ebola Bundibugyo dapat menjadi salah satu epidemi Ebola terbesar yang pernah tercatat jika langkah-langkah pengendalian gagal dipercepat. Lembaga ini memprediksi akan adanya penularan yang luas yang tidak terdeteksi.

Ilustrasi virus Ebola (Envato)

Wabah ini telah menyebar ke lebih dari dua lusin zona kesehatan di tiga provinsi timur Kongo dan merambah ke negara tetangga Uganda, di mana jumlah kasus terkonfirmasi bertambah tiga kasus pada Jumat menjadi 19 kasus. Wabah ini terjadi di wilayah yang dilanda konflik bersenjata, pengungsian massal, perbatasan yang rentan, dan sistem kesehatan yang rapuh, sehingga mempersulit upaya identifikasi kasus dan pelacakan kontak.