Rupiah Terus Melemah, Siap-siap BI Rate Bakal Naik Lagi
Tim Riset Bloomberg Technoz
04 June 2026 14:48

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah yang telah menyentuh level psikologis Rp18.000/US$ membuat pelaku pasar mulai mengantisipasi langkah pengetatan moneter yang lebih kuat dari Bank Indonesia (BI).
Pergerakan mata uang Garuda yang cukup liar sejak awal tahun, dan semakin parah pada kuartal II-2026 dengan total pelemahan 7,08% sepanjang tahun ini. Bahkan siang ini, pelemahan rupiah semakin dalam menyentuh Rp18.045/US$ pada 12:30 WIB.
Ambruknya rupiah membuat sejumlah ekonom dan analis memperkirakan BI akan kembali menaikkan suku bunga acuan untuk memperlambat pelemahan rupiah.
Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist, Mega Capital Sekuritas menyebut pergerakan rupiah hari ini yang telah menembus Rp18.000/US$ dapat memicul kenaikan BI Rate sebesar 50 hingga 70 basis poin (bps).
Sementara, Ekonom UBS Grace Lim memperkirakan BI akan kembali menaikkan suku bunga masing-masing sebesar 25 bps pada Juni dan Agustus mendatang. Langkah ini diperkirakan akan ditempuh BI lantaran tekanan terhadap rupiah masih terus berlanjut.





























