Rupiah Masih Terjepit, Ruang Penurunan BI Rate Makin Sempit
Redaksi
20 April 2026 10:57

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kinerja rupiah sepanjang kuartal I-2026 dan berlanjut hingga pekan ketiga April semakin memprihatinkan. Kondisi ini semakin mempersempit ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk melonggarkan kebijakan moneter, meski indikator perekonomian domestik membutuhkan stimulus dalam bentuk penurunan suku bunga.
Sejak awal tahun hingga Senin (20/4/2026), rupian telah tergerus sebanyak 2,81%, menempati posisi kedua terlemah di kawasan. Posisi rupiah ini hanya lebih baik dari rupee India yang melemah 3,28%.
Sebaliknya, ringgit Malaysia, yuan China, dan dolar Singapura menjadi mata uang yang mencatatkan penguatan.
Sejak awal Aprill, pergerakan rupiah telah berada di rentang Rp17.000/US$ sampai dengan Rp17.190/US$ yang menandakan level terendah sepanjang masa pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026).
Meski pagi ini mencatatkan sedikit penguatan, posisi rupiah sejatinya masih rentan akibat menguatnya posisi dolar Amerika Serikat (AS) dan kembali mahalnya harga minyak mentah.






























