Lantas, apa saja isu penangkapan anggota TNI saat aksi demo pekan lalu?
1. Penangkapan Anggota BAIS TNI di Slipi
Konten:
Foto seorang anggota polisi seolah sedang menangkap seseorang berpakaian sipil yang ternyata memiliki kartu tanda anggota BAIS TNI di tengah aksi demo Jakarta.
Klarifikasi:
Sebanyak empat anggota BAIS memang berada di sekitar aksi demo di kawasan DPR, termasuk flyover Slipi. Anggota intelijen mengikuti pergerakan massa mulai dari bentrok dengan Brimob di Flyover Slipi hingga menuju Pejompongan dan Bendungan Hilir; sekitar pukul 15.25 hingga 23.25 WIB.
Saat berada di pom bensin Pejompongan, salah satu anggota BAIS yaitu Mayor SS yang sedang duduk di atas motor tiba-tiba dihampiri anggota Brimob dan dibawa ke dalam kendaraan taktis atau rantis. Mayor SS sempat mendapatkan interogasi dengan nada tinggi dari anggota Brimob.
Akhirnya, SS menunjukkan identitasnya hingga surat tugas sebagai anggota BAIS TNI kepada anggota Brimob. Salah satu komandan Brimob tersebut kemudian meminta anggotanya mendokumentasikan interogasi Mayor SS. Foto tersebut kemudian viral dan menjadi framing negatif kepada TNI.
2. Penangkapan TNI di Sumatra Selatan
Konten:
Video yang menampilkan seorang anggota Brimob merangkul keras atau memiting seorang berpakaian sipil yang memiliki kartu tanda anggota TNI di tengah aksi demo di Sumatra Selatan.
Klarifikasi:
TNI membenarkan seorang anggotanya berpakaian sipil Prajurit Satu (Pratu) Handika Nofaldo tiba-tiba dibawa anggota Brimob Sumsel pada 31 Agustus lalu. Pada saat itu, Handika katanya sedang mencari makan dan mengisi BBM di sebuah SPBU yang kebetulan menjadi lokasi terjadinya bentrok antara massa dan anggota Brimob Sumsel.
Peristiwa berakhir usai Dansat Brimob Sumsel justru menyampaikan permohonan maaf kepada TNI. Dia mengaku telah melakukan tindakan berlebihan dan menimbulkan kesalahpahaman saat penangkap Handika dan viralnya video tersebut.
3. Narasi orang berpenampilan seperti tentara jadi provokato demo di Sumatra Utara.
Konten:
Beredar konten yang menuduh beberapa orang berpenampilan kepala cepak dan badan tegap menjadi provokator penyerangan sejumlah fasilitas umum di DPRD Sumatra Selatan. Konten tersebut langsung dikaitkan sebagai anggota TNI yang menyusup dan memicu kerusuhan.
Klarifikasi:
Anggota polisi menangkap seseorang bernama Fajri berusia 26 tahun saat terjadi orasi di depan DPRD Sumut. Peristiwa tersebut diabadikan sejumlah orang yang kemudian diunggah ke media sosial. Framing tentang cawe-cawe TNI pada demo di Sumut pun mulai beredar.
Padahal, berdasarkan klarifikasi kepolisian, Fajri tak memiliki nomor dan kartu anggota TNI. Usai penelusuran, Fajri ternyata hanya seorang warga sipil yang bekerja di bidang transprortasi.
4. Berita penangkap seorang anggota TNI di Ternate
Konten: Polisi menangkap seorang pemuda yang dituduh menjadi provokator demo di Ternate
Klarifikasi:
Polres Ternate dan TNI sudah melakukan pemeriksaan dan menemukan inormasi pemuda bernama Paskal Mamanke yang ditangkap dalam demo bukanlah anggota TNI. Polres Ternate pun telah memberikan klarifikasi yang isinya tak ada anggota TNI yang ditangkap selama demo.
5. Video pria yang menyerang Mako Brimob Cikeas
Konten: beredar video pengakuan seorang pria yang mengatakan telah mendapat perintah dari salah satu anak anggota TNI untuk menyerang Mako Brimob Cikeas.
Klarifikasi:
Polres Bogor telah menetapkan seorang pria berinisial M dengan tuduhan upaya penyerangan ke Mako Brimob Kelapa Dua. Dalam pemeriksaan, M terbukti tak pernah mendapatkan perintah apa pun dari TNI atau kerabat TNI. Pengakuan dia soal perintah anak seorang anggota TNI hanya dilontarkan agar polisi segan dan membebaskannya dari tahanan.
(prc/frg)






























