Logo Bloomberg Technoz

Istana Klaim Intens Bahas Rupiah dengan Otoritas & Pelaku Ekonomi

Azura Yumna Ramadani Purnama
06 June 2026 17:15

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membantah Presiden Prabowo Subianto tak memantau intens perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurut dia, pemerintah sangat intens melakukan pembahasan terkait kondisi rupiah dengan otoritas fiskal–moneter dan pelaku ekonomi.

“Lho, kita rapatnya intens. Pertemuan antara pelaku-pelaku otoritas ekonomi itu intens,” kata dia kepada awak media, di Kompleks DPR/MPR, Sabtu (06/06/2026).

Menurut Prasetyo, meskipun rupiah belakangan terus melemah, bukan berarti komunikasi yang dilakukan pemerintah dengan otoritas fiskal dan moneter tidak dijalankan. Toh, dia menilai pelemahan rupiah yang terjadi belakangan terjadi dipengaruhi oleh berbagai faktor.


“Kemandirian kita secara ekonomi itu juga mempengaruhi kekuatan mata uang kita gitu. Ada beberapa yang masih ketergantungan impor itu juga akan mempengaruhi. Makanya ini tidak bisa berdiri sendiri begitu,” ucap dia.

Oleh sebab itu, Prasetyo menilai saat ini kerja sama yang baik antara otoritas fiskal dan moneter bakal terus diperkuat guna memperkuat nilai tukar rupiah.