Logo Bloomberg Technoz

Purbaya Komentari IHSG dan Rupiah: Ada Miskonsepsi Soal Fiskal 

Mis Fransiska Dewi
05 June 2026 20:40

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers APBN Kita, Jumat (5/6/2026) (Bloomberg Technoz/ Mis Fransiska)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers APBN Kita, Jumat (5/6/2026) (Bloomberg Technoz/ Mis Fransiska)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus melemah terjadi karena adanya miskonsepsi di pasar keuangan. 

Dia mengatakan sejumlah pihak mencari-cari kesalahan khususnya mengenai defisit APBN yang dapat melebihi 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB), kemudian program prioritas Presiden Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai kurang baik sehingga dinilai anggaran fiskal menjadi berantakan. 

Tak hanya itu, lembaga pemeringkat internasional juga diisukan menurunkan peringkat utang Indonesia. Padahal, ketika bertemu langsung dengan Standard and Poor’s (S&P), Purbaya menyebut lembaga asal AS itu sudah membaik. 


“Jadi kalau saya pikir ini adalah misconception dari market atau analis yang menganggap kita menjalankan fiskal dengan jelek atau Pak Prabowo menjalankan kebijakan fiskal tidak hati-hati,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Jumat (5/6/2026). 

Padahal, kata dia, Prabowo berkomitmen menjaga defisit APBN harus di bawah 3% bahkan tahun depan ditargetkan di kisaran 1,8% - 2,4% dari PDB. Tak hanya itu, Prabowo juga mengarahkan untuk menjalankan kebijakan fiskal secara hati-hati.