Logo Bloomberg Technoz

Revisi RKAB Batu Bara, ESDM Utamakan Buat Konsumsi Pembangkit PLN

Azura Yumna Ramadani Purnama
16 July 2026 05:20

Sebuah ekskavator berada di samping tumpukan batu bara di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Sebuah ekskavator berada di samping tumpukan batu bara di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan persetujuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 komoditas batu bara bakal diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit domestik.

Dengan kata lain, besaran tambahan kuota produksi batu bara yang bakal disetujui Kementerian ESDM pada semester II-2026 bakal mempertimbangkan kepentingan sektor kelistrikan.

“Kita sudah sampaikan bahwa revisi oke, boleh mengajukan, tetapi nanti kita sisir berapa kebutuhan PLN itu. Jadi kita hanya mengutamakan untuk, ya, kebutuhan domestik,” kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno usai agenda Indonesia Coal Mining Forum, Rabu (15/7/2026).


Tri menegaskan usai kebutuhan batu bara PLN terpenuhi, maka nantinya Kementerian ESDM bakal memilah kembali pengajuan revisi RKAB.

Batu bara di atas tongkang dimuat ke truk di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Kendati begitu, dia enggan mengungkapkan besaran kuota produksi tambahan yang bakal disetujui.