Revisi RKAB Dimulai, Pakar Usul Kuota Batu Bara Jadi 720 Juta Ton
Azura Yumna Ramadani Purnama
08 July 2026 12:05

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) menyarankan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan kuota produksi batu bara dalam revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 di rentang 700—720 juta ton, dari sebelumnya sekitar 600 juta ton.
Ketua IMEF Singgih Widagdo menilai angka tersebut lebih sesuai dengan kebutuhan pasar global dan keberlangsungan pelaku usaha pertambangan Tanah Air.
“Untuk tahun ini menurut saya memang antara 700—720 [juta ton] lah perhitungan saya, itu lebih level yang agak masuk akal di dalam angka kebutuhan global,” kata Singgih dalam diskusi publik Aspebindo, Selasa (7/7/2026).
Singgih menyebut Kementerian ESDM memangkas kuota produksi menjadi sekitar 600 juta ton untuk mengendalikan pasokan di pasar global dan menghindari kelebihan pasokan atau oversupply.
Akan tetapi, menurut dia, kenaikan harga batu bara beberapa waktu lalu lebih dipengaruhi kondisi pasar akibat krisis energi global, bukan semata-mata karena kebijakan pemangkasan RKAB Indonesia.































