Logo Bloomberg Technoz

Wacana Konversi Kompor Listrik: Hati-hati Jebakan Subsidi Baru

Sabrina Mulia Rhamadanty
15 July 2026 18:40

Ilustrasi kompor listrik (Envato)
Ilustrasi kompor listrik (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Rencana pemerintah untuk menekan ketergantungan impor gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG) melalui program konversi ke kompor listrik mulai 2027 dinilai membuka jebakan subsidi baru, yaitu perpindahan subsidi sektor gas ke sektor kelistrikan.

Pengamat energi dari Energy Shift Institute (ESI) Ahmad Zudi menjelaskan bahwa persoalan utama program konversi ke kompor listrik berada pada keberlanjutan skema subsidi harga listrik oleh pemerintah.

"Masalah utamanya bukan bukan saat kenaikan daya diperlukan, tetapi bagaimana harga listrik yang tersubsidi ini tidak ternormalisasi yang pada akhirnya menghambat inisiatif-inisiatif yang sebenarnya dapat membantu pengurangan penggunaan energi fosil," ujar Zudi saat dihubungi, Rabu (15/7/2026).


Dia menambahkan, apabila listrik terus-menerus disubsidi tanpa adanya penyesuaian harga menuju angka normal, beban fiskal terbesar tidak akan ditanggung oleh PT PLN (Persero), melainkan langsung oleh pemerintah. 

Ilustrasi kompor listrik (Envato)

Efek Domino