Inflasi IHP AS Juni Melandai, Tekanan Bagi The Fed Berkurang
News
16 July 2026 05:40

Augusta Saraiva - Bloomberg News
Bloomberg, Indikator utama untuk inflasi harga produsen di Amerika Serikat (AS) tercatat lebih rendah dari perkiraan pada bulan Juni. Data ini mengindikasikan bahwa tekanan harga di tingkat hulu sempat mereda tepat sebelum eskalasi terbaru pada perang Iran kembali memanas.
Berdasarkan data dari Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) yang dirilis hari Rabu (15/7), Indeks Harga Produsen (IHP) yang mengecualikan komponen makanan dan energi meningkat 4,7% secara tahunan (year-on-year). Angka ini berada di bawah perkiraan rata-rata dalam survei Bloomberg. Secara keseluruhan, perlambatan inflasi IHP ini sebagian besar didorong oleh anjloknya harga bensin sebesar 12%.
Laporan tersebut menunjukkan adanya pendinginan harga yang merata di beberapa kategori utama, yang dalam beberapa bulan terakhir sempat melonjak akibat dampak perang. Situasi ini kemungkinan besar memberikan ruang lebih bagi Federal Reserve (The Fed) untuk menunda kenaikan suku bunga acuan—terlebih setelah laporan terpisah pada hari Selasa juga menunjukkan inflasi harga konsumen yang jinak di bulan Juni. Kendati demikian, dengan kembali memanasnya konflik di Timur Tengah, kondisi ini diperkirakan hanya akan berlangsung singkat.
Menyusul rilis laporan tersebut, kontrak berjangka (futures) indeks saham AS terpantau menguat sementara imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) bergerak turun. Pergerakan ini terjadi seiring para investor yang mulai mengurangi spekulasi mereka terkait adanya kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Juli ini.






























