Pemangkasan Produksi RI Ditaksir Hanya Tekan 4% Stok Nikel Dunia
Azura Yumna Ramadani Purnama
15 July 2026 15:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indef Green Transition Initiative (GTI) memprediksi kondisi kelebihan pasok atau oversupply nikel dunia tidak akan membaik secara signifikan usai Indonesia memastikan tidak akan merevisi kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 secara besar-besaran.
Head of Industrial and Transport Decarbonization Indef GTI Andry Satrio Nugroho menyatakan klaim pemangkasan RKAB yang dapat memotong 30% pasokan bijih dunia rupanya hanya bakal mengurangi pasokan nikel primer global sebesar 4%.
Andry memprediksi pasokan nikel global bakal berkurang gegara kebijakan tersebut dari 3,88 juta ton pada 2025 menjadi 3,71 juta ton pada 2026. Dengan begitu, defisit pasokan yang tercipta hanya 32.000 ton atau 0,85% dari konsumsi dunia.
Kendati begitu, Andy menegaskan kondisi tersebut harus dibandingkan dengan stok atau inventori bursa logam global yakni London Metal Excange (LME) dan Shanghai Futures Exchange (SHFE).
Andry mencatat gabungan inventori logam nikel di LME dan SHFE mencapai sekitar 468.000 ton pada pertengahan 2026, sekitar 6,5 pekan konsumsi global sebanyak 72.058 ton per pekan. Lalu, kondisi tersebut lebih besar 14,6 kali dibandingkan dengan defisit tahunan.
































