Wall Street Menguat usai Rilis Data Inflasi IHP AS
News
16 July 2026 06:00

Rita Nazareth - Bloomberg News
Bloomberg, Laporan terbaru yang kembali menunjukkan angka inflasi lebih rendah dari perkiraan mendorong penguatan di pasar saham dan obligasi. Kondisi ini terjadi seiring para pelaku pasar di Wall Street yang kian mengurangi taruhan mereka terhadap potensi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
Minimnya dampak perang Iran terhadap pergerakan harga komoditas memperkuat pandangan pasar bahwa The Fed akan memiliki ruang untuk menunda langkah pengetatan moneter. Pasar uang saat ini terpantau masih memperhitungkan secara penuh satu kali kenaikan suku bunga pada tahun ini, namun diperkirakan baru akan terjadi pada bulan Desember mendatang. Di sisi lain, obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor jangka pendek mencatatkan kinerja yang lebih baik. Indeks S&P 500 berhasil membukukan penguatan selama dua hari berturut-turut, meskipun indeks saham sektor produsen semikonduktor mencatatkan koreksi sebesar 2,1%.
Penurunan biaya energi menjadi faktor utama yang menjaga tekanan inflasi tetap terkendali pada bulan lalu. Kondisi ini tercermin dari Indeks Harga Produsen (IHP) inti yang tumbuh 4,7% secara tahunan (year-on-year), lebih rendah dari perkiraan rata-rata dalam survei Bloomberg.
“Tampaknya lonjakan inflasi tahun 2026 telah mencapai puncaknya bulan lalu dan kini bergerak turun kembali ke tren pra-konflik,” ujar Jamie Cox dari Harris Financial Group. “Data ini benar-benar membantu The Fed untuk menghindari kesalahan menaikkan suku bunga di tengah situasi guncangan pasokan.”



























