Logo Bloomberg Technoz

Proyek Ekspor Listrik EBT, Danantara Diminta Buka Ruang ke Swasta

Sabrina Mulia Rhamadanty
15 July 2026 10:50

Karyawan beraktivitas di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan beraktivitas di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemberian mandat kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai eksekutor utama dari proyek ekspor listrik hijau berbasis energi baru terbarukan (EBT) ke Singapura dinilai Energy Shift Indonesia (ESI) perlu memberikan ruang kepada pihak swasta.

"Jika Danantara memegang peran yang terlalu dominan, ada risiko swasta hanya menjadi pelaksana proyek, bukan investor yang ikut berbagi risiko dan pendanaan," ujar Associate Principal Energy Shift Indonesia (ESI), Ahmad Zuhdi saat dihubungi, Rabu (15/7/2026).

Menurut Zuhdi, keterlibatan aktif pihak swasta sangat krusial mengingat proyek ekspor listrik ini ditargetkan mencapai kapasitas 3,4 gigawatt (GW).


Angka tersebut membutuhkan modal yang sangat besar, sehingga akan jauh lebih sehat bagi ruang fiskal dan iklim investasi apabila swasta dilibatkan sebagai mitra strategis sejak awal, bukan sekadar kontraktor pelaksana.

“Pemerintah juga harus membuka peluang kerja sama bisnis baik antara BUMN maupun swasta, dan perlu diperhatikan struktur insentifnya kalau mau menjaring banyak peminat,” kata dia.

Pusat perekonomian ASEAN tersentralisasi di Singapura. dok: Bloomberg