Logo Bloomberg Technoz

MANDATORI BIODIESEL

Insentif B50 Bisa Naik hingga Rp21,5 T pada 2027, Apa Risikonya?

Sabrina Mulia Rhamadanty
15 July 2026 12:00

Seorang pekerja mengisi generator dengan bahan bakar diesel nabati atau vegetable diesel fuel (VDF) alias biodiesel./Bloomberg-Tomohiro Ohsumi
Seorang pekerja mengisi generator dengan bahan bakar diesel nabati atau vegetable diesel fuel (VDF) alias biodiesel./Bloomberg-Tomohiro Ohsumi

Bloomberg Technoz, Jakarta –  Sawit Watch memproyeksikan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bakal menanggung insentif pembiayaan untuk produksi biodiesel B50 senilai Rp21,5 triliun sepanjang 2027. 

"Tahun depan, memasuki tahun penuh implementasi B50 pada 2027, kami memproyeksikan beban insentif biodiesel akan melonjak menjadi Rp21,5 triliun,” ungkap Direktur Eksekutif Sawit Watch, Achmad Surambo saat dihubungi, Rabu (15/7/2026). 

Menurut Sawit Watch, organisasi nonpemerintah yang fokus pada industri kelapa sawit, indikasi beban insentif ini sudah mulai terlihat sejak semester II-2026.


Sawit Watch mencatat, jika mengacu pada data hasil pungutan ekspor (PE) minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan derivatifnya selama ini, biaya BPDP untuk insentif biodiesel yang dikeluarkan per tahun adalah sekitar Rp25—Rp30 triliun atau sekitar Rp13—Rp15 triliun per semester.

“Karena program B50 resmi berjalan per 1 Juli 2026, beban insentif biodiesel yang harus ditanggung oleh dana kelolaan BPDP bisa menyentuh Rp15 triliun lebih hanya untuk periode semester kedua [2026],” jelas Achmad. 

Peluncuran B50 Oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (YouTube KementerianESDM)