Perang AS-Iran Kian Memanas, Trump Intensifkan Serangan Rudal
News
16 July 2026 06:15

Kate Sullivan, Fiona MacDonald dan Catherine Lucey - Bloomberg News
Bloomberg, Militer Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Iran pada hari Rabu (15/7). Aksi ini dilakukan setelah Donald Trump berjanji akan terus mengintensifkan serangan, sampai pihak Teheran menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz dan sepakat untuk membuka kembali jalur pelayaran vital tersebut.
Dalam operasi militer yang berlangsung selama 90 menit, pasukan AS menggempur fasilitas penyimpanan serta situs peluncuran rudal di Pulau Tunb Besar yang terletak di kawasan Teluk Persia dekat selat tersebut. Gelombang serangan kedua menyusul pada pukul 15.00 waktu AS Timur, berdasarkan keterangan resmi dari Komando Pusat AS (US Central Command).
Serangan ini menandai hari kelima berturut-turut dari aksi agresif militer AS terhadap Iran. Pada Selasa malam sebelumnya, pasukan AS juga sempat menghantam beberapa target militer. Aksi tersebut langsung memicu serangan balasan dari Teheran yang menyasar pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Arab Teluk, termasuk Kuwait dan Bahrain.
Kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran yang ditandatangani sekitar sebulan lalu kini terancam kolaps sepenuhnya dalam sepekan terakhir. Kedua belah pihak terus berseteru memperebutkan kendali atas selat strategis tersebut, yang menjadi jalur utama bagi Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan negara lainnya dalam mengirimkan sebagian besar ekspor energi mereka. Dampaknya, harga minyak dunia melonjak untuk hari ketiga pada hari Rabu, di mana jenis Brent melesat di atas US$85 per barel dan mengakumulasi kenaikan sebesar 13% pada pekan ini.































