Logo Bloomberg Technoz

RI Ogah Revisi Signifikan RKAB, Harga Nikel Cuma Akan Naik Tipis

Azura Yumna Ramadani Purnama
15 July 2026 17:30

Sampel inti yang menunjukkan adanya nikel./Bloomberg-Cole Burston
Sampel inti yang menunjukkan adanya nikel./Bloomberg-Cole Burston

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas memprediksi keputusan pemerintah untuk membuka revisi kuota produksi bijih nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 secara terbatas dan terukur bakal memperkokoh harga batas bawah nikel dunia.

Artinya, harga logam nikel diprediksi hanya mengalami kenaikan terbatas. Logam tersebut diramal bakal naik ke sekitar US$17.500/ton dari harga saat ini disekitar US$16.000—US$16.500/ton.

Analis komoditas dan founder Traderindo Wahyu Laksono menyatakan kenaikan harga logam nikel yang terbatas dapat terjadi sebab pasar sudah berspekulasi bahwa kuota produksi RKAB nasional bakal direlaksasi ke 300—360 juta ton.


Bahkan, Wahyu mencatat harga nikel di London Metal Exchange (LME) sempat turun ke level terendah tahun ini sebesar US$16.115/ton gegara kabar tersebut.

Walhasil, kepastian sikap pemerintah menolak relaksasi RKAB besar-besaran bakal meredam sentimen tersebut.