Logo Bloomberg Technoz

Tepis Ancaman AS, Presiden Iran Siap Jaga Tiap Jengkal Wilayah

Redaksi
15 July 2026 15:50

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. (Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg)
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. (Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menepis retorika provokatif yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pezeshkian menyatakan bahwa pernyataan tersebut mencerminkan kepribadian orang yang mengucapkannya, bukan potret dari bangsa Iran.

Sepanjang pekan lalu, Trump berulang kali mengeluarkan serangkaian pernyataan yang dinilai sangat menghina dan bernada ancaman terhadap Iran.

Rabu lalu, Trump menyatakan bahwa Nota Kesepahaman (MoU) antara Iran dan AS telah "berakhir". Ia bahkan melabeli para pemimpin Iran dengan sebutan "sampah", "pembohong", serta "orang-orang sakit", dan menegaskan bahwa dirinya tidak lagi sudi bernegosiasi dengan pihak Iran. Kemudian pada hari Selasa, Trump kembali melontarkan ancaman bahwa situs nuklir Pickaxe Mountain milik Iran merupakan "target potensial untuk hantaman tembakan yang besar dan telak."


Merespons pertanyaan mengenai rangkaian komentar Trump tersebut, Pezeshkian menilai bahwa retorika permusuhan dari musuh-musuh Iran adalah hal yang lumrah. Namun, ia mempertanyakan apakah tujuan mereka telah tercapai.

"Mereka yang berniat memecah belah Iran menjadi beberapa bagian, sekarang di mana mereka berada?" ujar Pezeshkian dikutip dari PressTV, Rabu (15/7).