Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

IHSG dan Bursa Asia Tersengat Panasnya Timur Tengah

Muhammad Julian Fadli
08 July 2026 12:28

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan bursa saham Asia kompak melemah pada siang hari ini. Sentimen kurang positif datang dari ketegangan di Timur Tengah.

Pada Rabu (8/7/2026), IHSG menutup perdagangan Sesi I di posisi 5.920. Terpangkas 1,11% dibanding hari sebelumnya.

Posisi terendah IHSG sempat menyentuh 5.897 sedangkan tertingginya terbatas di 5.984. Volume perdagangan melibatkan 12,25 miliar saham. Nilai perdagangan Rp5,22 triliun dan frekuensi 1,1 juta kali diperjualbelikan.


Hingga siang hari ini, indeks KOSDAQ (Korea Selatan) memimpin pelemahan di pasar saham Benua Kuning. Disusul indeks KOSPI (Korea Selatan), NIKKEI 225 (Jepang), SENSEX (India), TOPIX (Jepang), SETI (Thailand), Shenzhen Comp. (China), TW Weighted Index (Taiwan), dan KLCI (Malaysia).

Melemahnya bursa saham Asia tidak lepas dari kondisi Timur Tengah yang kembali panas. Iran dilaporkan telah menembakkan setidaknya dua rudal ke arah kapal-kapal komersial yang tengah melintasi Selat Hormuz pada Senin malam setempat.