Logo Bloomberg Technoz

Ekspor Listrik ke Singapura, Pakar Usul Harga Pakai ‘Premi Hijau’

Sabrina Mulia Rhamadanty
08 July 2026 09:50

Pembangkit listrik tenaga surya terapung di Singapura. Fotografer: Bryan van der Beek/Bloomberg
Pembangkit listrik tenaga surya terapung di Singapura. Fotografer: Bryan van der Beek/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai Indonesia perlu menerapkan formula khusus dalam menentukan harga jual ekspor listrik ke Singapura, yaitu melalui skema premi hijau (green premium). 

Chief Executive Officer (CEO) IESR Fabby Tumiwa mengungkapkan bahwa langkah ini dinilai penting agar kerja sama interkoneksi energi antardua negara tersebut dapat memberikan keuntungan yang adil bagi kedua belah pihak atau win-win solution.

"Kalau dibilang supaya win-win itu dari segi apa yang dimaksud win-win? Kalau saya sih prinsipnya ada pengembalian investasi ditambah premi mungkin. Preminya itu adalah green energy premium," ujar Fabby saat dihubungi, Rabu (8/7/2026).


Fabby mengungkapkan parameter keuntungan yang adil ini harus diukur secara jelas. Menurutnya, harga jual listrik tidak boleh hanya sekadar menutup biaya modal, tetapi juga harus memperhitungkan nilai tambah dari aspek lingkungan.

Menurutnya, Singapura mendapatkan keuntungan besar dengan mengimpor listrik bersih dari Indonesia.

Sebuah robot menangani panel surya di jalur produksi modul di fasilitas manufaktur REC Solar ASA di Singapura./Bloomberg-Nicky Loh