Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Serangan AS ke Wilayah Iran
News
08 July 2026 06:30

Kanoko Matsuyama - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah dunia melonjak setelah Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan ke wilayah Iran, sebagai balasan atas serangan yang menyasar kapal-kapal komersial di kawasan Selat Hormuz.
Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) melesat sekitar 3% hingga melewati level US$72 per barel, sementara jenis Brent ditutup mendekati angka US$74 per barel. Komando Pusat AS (USCENTCOM) menyatakan bahwa pasukannya telah memulai "serangan kuat" demi memberikan efek jera yang mahal atas gangguan terhadap jalur pelayaran tersebut. Otoritas kantor berita Iran, Mehr, melaporkan suara ledakan terdengar di salah satu pulau yang terletak dekat dengan selat tersebut. Merespons situasi ini, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa Teheran dipastikan akan melayangkan serangan balasan.
Langkah militer ini dibarengi dengan kebijakan Departemen Keuangan AS yang resmi mencabut fasilitas pembebasan sanksi ekspor minyak mentah bagi Teheran. Keputusan tersebut otomatis membatalkan poin krusial dari kesepakatan damai sementara yang sempat disetujui bersama Republik Islam itu sebelumnya. Tercatat ada tiga kapal komersial yang diserang di koridor perairan tersebut, termasuk kapal pengangkut gas dan sebuah kapal tanker minyak milik Arab Saudi. Insiden pada hari Selasa itu pun menjadi akumulasi serangan terbesar dalam satu hari sejak kesepakatan damai mulai diberlakukan bulan lalu.
Kenaikan harga minyak ini terjadi setelah harga kontrak berjangka (futures) sempat merosot tajam pada kuartal kedua seiring mendinginnya tensi geopolitik kawasan. Eskalasi terbaru ini dinilai mengancam stabilitas pasar energi global dengan gelombang gangguan baru. Dampak dari serangan terhadap kapal komersial serta serangan balasan dari AS diproyeksikan bakal membuat pemilik kapal dan produsen minyak regional enggan mengambil risiko untuk melintasi Selat Hormuz, yang merupakan jalur penghubung pasokan Teluk Persia ke pasar dunia.































