NATO Borong Senjata Rp900 T Demi Redam Amarah Trump
News
08 July 2026 12:50

Andrea Palasciano - Bloomberg News
Bloomberg, Negara-negara sekutu NATO dilaporkan telah menyepakati kesepakatan industri pertahanan senilai setidaknya US$50 miliar (sekitar Rp900 triliun). Menurut keterangan seorang pejabat aliansi, langkah ini sengaja dilakukan demi membuktikan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa Eropa serius dalam mematuhi tuntutannya terkait peningkatan anggaran militer.
Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, memaparkan beberapa poin kontrak tersebut pada hari Selasa (7/7/2026) dalam forum industri pertahanan di Ankara, ibu kota Turki, yang menjadi tuan rumah KTT tahunan para pemimpin aliansi militer tersebut pekan ini. Nilai belanja tersebut mencakup kontrak sebesar US$12 miliar untuk pengadaan drone generasi terbaru, pesawat mata-mata, serta pesawat militer.
Menariknya, sejumlah kontrak memperlihatkan pergeseran strategi Eropa yang mulai beralih ke produsen lokal untuk beberapa alutsista yang sebelumnya selalu dibeli dari AS. Sebagai contoh, sebanyak 11 negara kini memutuskan untuk membeli sistem radar deteksi udara dari perusahaan kedirgantaraan Swedia, Saab AB, guna menggantikan model buatan Boeing Co. asal AS. Seorang diplomat NATO membisikkan bahwa nilai kesepakatan dengan pabrikan Swedia ini mencapai US$5 miliar.
Meski demikian, beberapa kontrak lain justru kian mempererat ketergantungan Eropa pada produsen AS untuk komponen-komponen krusial. Denmark, Finlandia, Jerman, dan Norwegia dilaporkan akan membeli hingga lima unit pesawat pengintai Triton buatan Northrop Grumman Corp dengan total biaya mencapai US$2,7 miliar, demikian ungkap diplomat tersebut yang berbicara secara anonim demi menjaga kerahasiaan rincian kesepakatan.






























