Logo Bloomberg Technoz

Rudal Rusia di Langit Kyiv, Perundingan Damai Kian Berat

Redaksi
06 July 2026 20:40

Warga berada di dekat gedung apartemenr untuh setelah serangan rudal oleh Rusia di Kyiv, Ukraina, Senin (6/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Warga berada di dekat gedung apartemenr untuh setelah serangan rudal oleh Rusia di Kyiv, Ukraina, Senin (6/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Rusia meluncurkan serangan udara ke Ukraina, sehari sebelum para pemimpin negara NATO dijadwalkan berkumpul. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Rusia meluncurkan serangan udara ke Ukraina, sehari sebelum para pemimpin negara NATO dijadwalkan berkumpul. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Peristiwa ini menegaskan peluang perundingan damai antara kedua belah pihak masih jauh dari kenyataan. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Peristiwa ini menegaskan peluang perundingan damai antara kedua belah pihak masih jauh dari kenyataan. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Srangan udara yang menghantam ibu kota Ukraina mengakibatkan 11 orang tewas dan 46 lainnya luka-luka. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Srangan udara yang menghantam ibu kota Ukraina mengakibatkan 11 orang tewas dan 46 lainnya luka-luka. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Sejumlah gedung tempat tinggal warga juga mengalami kerusakan imbas ledakan tersebut.  (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Sejumlah gedung tempat tinggal warga juga mengalami kerusakan imbas ledakan tersebut. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Serangan ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah 30 orang dilaporkan tewas dan hampir 100 lainnya terluka.  (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Serangan ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah 30 orang dilaporkan tewas dan hampir 100 lainnya terluka. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Ukraina saat ini kesulitan untuk mengisi kembali persediaan rudal pencegat Patriot buatan AS mereka yang kian menipis. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Ukraina saat ini kesulitan untuk mengisi kembali persediaan rudal pencegat Patriot buatan AS mereka yang kian menipis. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Padahal, sistem pertahanan tersebut sangat krusial bagi Kyiv untuk menangkal serangan rudal balistik Rusia. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Padahal, sistem pertahanan tersebut sangat krusial bagi Kyiv untuk menangkal serangan rudal balistik Rusia. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Warga berada di dekat gedung apartemenr untuh setelah serangan rudal oleh Rusia di Kyiv, Ukraina, Senin (6/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Rusia meluncurkan serangan udara ke Ukraina, sehari sebelum para pemimpin negara NATO dijadwalkan berkumpul. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Peristiwa ini menegaskan peluang perundingan damai antara kedua belah pihak masih jauh dari kenyataan. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Srangan udara yang menghantam ibu kota Ukraina mengakibatkan 11 orang tewas dan 46 lainnya luka-luka. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Sejumlah gedung tempat tinggal warga juga mengalami kerusakan imbas ledakan tersebut.  (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Serangan ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah 30 orang dilaporkan tewas dan hampir 100 lainnya terluka.  (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Ukraina saat ini kesulitan untuk mengisi kembali persediaan rudal pencegat Patriot buatan AS mereka yang kian menipis. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Padahal, sistem pertahanan tersebut sangat krusial bagi Kyiv untuk menangkal serangan rudal balistik Rusia. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rusia meluncurkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Ukraina, tepat sehari sebelum para pemimpin negara-negara NATO dijadwalkan berkumpul dalam pertemuan puncak (KTT) tahunan mereka.

Langkah ini kian menegaskan bahwa peluang dimulainya kembali perundingan damai antara kedua belah pihak masih sangat jauh dari kenyataan.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko melalui sebuah unggahan di Telegram menyatakan bahwa sebanyak 11 orang tewas dan 46 lainnya luka-luka akibat serangan udara semalam yang menghantam ibu kota, menyebabkan kerusakan parah di empat distrik kota. Kementerian Darurat Ukraina menambahkan bahwa sejumlah gedung tempat tinggal warga juga mengalami kerusakan imbas ledakan tersebut.

Serangan beruntun ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah 30 orang dilaporkan tewas dan hampir 100 lainnya terluka dalam insiden serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) Rusia paling mematikan di Kyiv dalam kurun waktu hampir setahun terakhir.

Dampak dari rentetan serangan gabungan ini memperlihatkan betapa Ukraina saat ini tengah kesulitan untuk mengisi kembali persediaan rudal pencegat Patriot buatan AS mereka yang kian menipis. Padahal, sistem pertahanan tersebut sangat krusial bagi Kyiv untuk menangkal serangan rudal balistik Rusia.

(red)