Logo Bloomberg Technoz

Menakar Potensi Industri Konser RI Jadi Mesin Ekonomi Baru

Dinda Decembria
08 July 2026 11:10

Deretan Konser Musik hingga Akhir Tahun 2024 (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Deretan Konser Musik hingga Akhir Tahun 2024 (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan konser internasional dinilai dapat menjadi salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan pariwisata sekaligus membuka sumber ekonomi baru. Namun, dukungan tersebut bukan ditujukan untuk mensubsidi konser, melainkan untuk memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi penyelenggara event kelas dunia.

Di balik satu penyelenggaraan konser, manfaat ekonomi yang dihasilkan dinilai jauh melampaui penjualan tiket. Aktivitas tersebut mampu menggerakkan sektor perhotelan, penerbangan, restoran, transportasi, UMKM, hingga industri kreatif, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan menarik wisatawan mancanegara. Pemerintah bahkan memperkirakan konser berskala internasional dapat menghasilkan perputaran ekonomi hingga ratusan miliar rupiah dalam sekali penyelenggaraan.

Meski memiliki pasar yang besar dan festival musik lokal yang terus berkembang, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan untuk bersaing menjadi destinasi konser kelas dunia. Mulai dari proses bidding dengan negara lain, keterbatasan venue berstandar internasional, hingga regulasi dan ekosistem industri yang dinilai masih perlu diperkuat 


Walaupun pemerintah lewat Danantara merencanakan akan membantu dengan memberikan subsidi, namun, hal tersebut dinilai belum mampu.

Bukan Mensubsidi Konser