Harga Telur dan Ayam Broiler Turun, Pakan Kian Mahal
Andrean Kristianto
07 July 2026 19:16
Bloomberg Technoz, Jakarta - Anjloknya harga telur ayam ras di tingkat peternak semakin menambah beban para pelaku usaha unggas. Kondisi ini telah berlangsung sekitar sebulan terakhir dan turut diikuti kenaikan harga pakan.
Rizal Anshori, peternak ayam petelur asal Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengatakan harga telur ayam ras terus mengalami penurunan sejak sebulan lalu. Menurutnya, kondisi tersebut membuat selisih harga jual semakin jauh dibandingkan harga normal.
Baca Juga
“Kalau ditingkat peternak koperasi Rp20.500 tapi saya gak jual segitu, jual Rp21.500, itu turun jauh sebelumnya mah telur standarnya 26 (Rp26.000), turun jadi 21 (Rp21.000) itu sudah sebulan ini,” kata Rizal kepada Bloomberg Technoz, Selasa (7/7/2026).
Di tengah harga telur yang terus melemah, Rizal juga menghadapi kenaikan biaya produksi akibat harga pakan yang meningkat. Ia menyebut kenaikan itu dipicu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
“Harga pakan ikut harga dolar, bahan bakunya dari luar semua. Sekarang Rp380.000/50kg sebelumnya Rp340.000. Naik Rp40.000 itu sudah dalam dua bulan ini,” ungkap Rizal
Rizal mengaku penjualan telur ayam ras pada bulan ini justru lebih buruk dibandingkan saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia.
“Sekarang ini harga telur murah pakan mahal, gak imbang, dulu malah Covid ga kayak gini, masih enakan zaman Covid [Penjualannya]. Ini lebih parah dari Covid,” kata Rizal.
Kondisi serupa juga dialami Ajat, peternak ayam broiler di wilayah yang sama. Ia mengatakan harga ayam hidup kini berada di bawah rata-rata setelah turun dalam sebulan terakhir.
"Harga sekrang ayam hidup Rp17.000 ukuran 0,8 sampai sekilo, sebelumnya di antara angka 23-24 [Rp23.000 hingga Rp24.000] sudah sebulan ini,” kata Ajat.
Penurunan harga tersebut membuat omzet pemasukannya menyusut hingga 50%, sementara harga pakan ayam broiler naik dari Rp430.000 menjadi Rp460.000 per 50 kilogram.
(dre/ros)

























