“Program MBG adalah bentuk tanggung jawab negara dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Karena itu, aspek keamanan pangan tidak bisa ditawar,” tegasnya.
BGN juga memastikan akan memperkuat pembinaan dan pengawasan di seluruh satuan layanan MBG di Indonesia. Standar kebersihan dan keamanan pangan, kata Nanik, akan diterapkan lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Tim Investigasi Independen BGN telah meninjau dua dapur MBG yang bertanggung jawab dalam pendistribusian makanan ke sekolah, yakni SPPG Cisarua Jambudipa 1 dan SPPG Cisarua Pasirlangu. Keduanya berada di bawah naungan Yayasan Tarbiyatul Qur’an Cisarua (TARBIQU).
Ketua Tim Investigasi, Karimah Muhammad, menjelaskan bahwa pada 14 Oktober, sebanyak 115 siswa SMPN 1 Cisarua mengalami gejala pusing, mual, dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG dari SPPG Jambudipa 1. Menu hari itu terdiri atas ayam blackpepper, tahu goreng, tumis wortel kembang kol, dan buah melon.
Gejala serupa kembali muncul keesokan harinya, dialami tujuh siswa dari dua satuan layanan berbeda. Tiga siswa menerima menu dari Jambudipa 1 dan empat lainnya dari Pasirlangu. Menu yang disajikan saat itu antara lain ayam yakiniku, edamame, tempura jamur tiram, dan buah semangka.
Analisis sementara tim menyebut adanya kemungkinan kontaminasi silang dari bahan pangan yang sama. Selain itu, keterlambatan penghentian distribusi dari SPPG Jambudipa 1, meski laporan KLB sudah diterima sekitar pukul 10.00 WIB, turut memperbesar risiko penyebaran. Dari total 502 siswa terdampak, sebanyak 452 telah diperbolehkan pulang, sementara 50 lainnya masih dirawat di fasilitas kesehatan sekitar Bandung Barat.
Hasil peninjauan juga menunjukkan bahwa kedua dapur tersebut belum memenuhi standar higienitas dan keamanan pangan, baik dari segi infrastruktur maupun peralatan. Lokasi dapur SPPG Pasirlangu bahkan berada di dekat kebun warga dan ditemukan banyak lalat di area memasak. Atas temuan itu, BGN menegaskan distribusi MBG di kedua SPPG dihentikan hingga perbaikan infrastruktur selesai dan keduanya memperoleh Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
(lav)



























