Logo Bloomberg Technoz

Gaji Pekerja Mini, Penjualan Mobil RI Hampir Disalip Malaysia

Merinda Faradianti
27 August 2025 11:50

Mobil Indonesian Indigenous Car (I2C) saat pameran otomotif GIIAS 2025 di ICE BSD, Kamis (24/7/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mobil Indonesian Indigenous Car (I2C) saat pameran otomotif GIIAS 2025 di ICE BSD, Kamis (24/7/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penjualan mobil di Indonesia nyaris disalip oleh Malaysia setiap tahunnya. Berdasarkan data yang dikeluarkan Malaysia Automotive Association (MAA), tercatat penjualan mobil di Malaysia dari Januari hingga Juli 2025 mencapai 443.777 unit.

Angka ini telah berhasil menyalip penjualan mobil Indonesia pada periode yang sama yang hanya mencapai 435.390 unit.

Sementara itu, data yang dikeluarkan ASEAN Automotive Federation (AAF) total penjualan kendaraan bermotor RI dari Januari hingga Mei 2025 tercatat 316.961 unit dan Malaysia tercatat 314.019 unit. Sedangkan di tahun 2024 dengan periode Januari hingga Mei, penjualan kendaraan bermotor RI tercatat 334.969 unit dan Malaysia 328.901 unit.


Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, salah satu penyebabnya adalah pendapatan perkapita berdasarkan paritas daya beli, Malaysia mencapai US$37.000-38.200. Angka ini dua kali lebih besar dari Indonesia yang hanya US$14.000-15.000.

"Jujur saja, kita memang lebih miskin. Kemampuan belanja Malaysia memang jauh lebih tinggi dari Indonesia dan dengan pendapatan yang lebih tinggi, masyarakat Malaysia memiliki kapasitas finansial yang lebih besar untuk membeli kendaraan pribadi," katanya pada Bloomberg Technoz, Rabu (27/8/2025).