Logo Bloomberg Technoz

Insentif Ditunda, Penjualan Mobil Listrik Bisa Tertekan

Merinda Faradianti
29 May 2026 13:30

Pekerja memeriksa mobil listrik BYD di salah satu penjualan mobil di Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (22/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Pekerja memeriksa mobil listrik BYD di salah satu penjualan mobil di Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (22/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pengamat otomotif Bebin Djuana menilai penundaan pemberian insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) selama satu bulan berpotensi membuat konsumen memilih menahan pembelian hingga ada kepastian kebijakan dari pemerintah.

Menurut Bebin, ketidakpastian regulasi akan memunculkan sikap wait and see di tengah masyarakat, khususnya calon pembeli mobil listrik yang sebelumnya menunggu stimulus pemerintah.

“Kalau keputusan tentu konsumen akan menunggu. Ketidakpastian regulasi tentu membuat publik ragu," kata Bebin saat dihubungi Bloomberg Technoz, Jumat (29/5/2026).


"Walaupun ada saja konsumen yang enggan menunda dengan alasan mau tunggu sampai kapan? Bisa jadi insentif tidak akan pernah diumumkan,” lanjutnya.

Dia mengatakan kondisi tersebut akan berdampak langsung terhadap pasar kendaraan listrik nasional. Dampak ini akan terasa terutama pada penjualan yang sebelumnya diharapkan terdorong oleh insentif pajak maupun subsidi pembelian.