Roadmap NZE Jadi Landasan Jasa Marga Wujudkan Komitmen Aksi Iklim

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda pengendalian perubahan iklim nasional bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Mengusung semangat tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", perusahaan jalan tol terbesar di Indonesia tersebut terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam seluruh aspek operasionalnya.
Sebagai operator dan pengembang jalan tol nasional, Jasa Marga menilai upaya mitigasi perubahan iklim harus menjadi bagian penting dari strategi bisnis jangka panjang. Karena itu, berbagai kebijakan dan program lingkungan terus dijalankan untuk mendukung target penurunan emisi Gas Rumah Kaca yang telah ditetapkan pemerintah.
Implementasi program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pemantauan cuaca ekstrem, pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh terhadap bencana, hingga pengembangan ruang terbuka hijau di kawasan jalan tol.
Perusahaan juga mengoptimalkan penggunaan material jalan yang lebih tahan terhadap suhu tinggi sebagai bagian dari adaptasi terhadap dampak perubahan iklim yang semakin terasa di berbagai wilayah.
Selain itu, Jasa Marga terus memperkuat program konservasi air dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas operasional perusahaan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan.
Penggunaan kendaraan listrik untuk kebutuhan operasional perusahaan juga semakin diperluas. Upaya ini berjalan seiring dengan pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pemasangan panel surya di sejumlah fasilitas yang dikelola perusahaan.
Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang yang dirancang untuk menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi di lingkungan kerja Jasa Marga Group.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan seluruh langkah keberlanjutan yang dilakukan perusahaan berlandaskan pada Roadmap Net Zero Emission atau NZE yang telah disusun secara komprehensif.
Menurutnya, roadmap tersebut menjadi panduan utama perusahaan dalam menentukan target dan strategi pengurangan emisi dalam jangka panjang.
"Penyusunan Roadmap NZE ini merupakan manifestasi dari komitmen Jasa Marga untuk berperan aktif dalam upaya nasional menghadapi krisis iklim global. Kami berupaya memastikan setiap langkah ekspansi operasional yang diambil perusahaan senantiasa berjalan selaras dengan tujuan global. Hal ini sekaligus menjadi sarana Jasa Marga Group dalam meningkatkan aspek transparansi serta akuntabilitas tata kelola lingkungan kepada publik. Kami percaya bahwa menghadirkan layanan jalan tol yang aman, nyaman, dan berkeselamatan harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga ekosistem bumi," jelas Rivan.
Roadmap tersebut mencakup perhitungan emisi dasar atau baseline emission serta berbagai skenario pengurangan emisi yang menjadi acuan pencapaian target perusahaan pada masa mendatang.
Aksi Nyata dan Infrastruktur Hijau
Komitmen lingkungan Jasa Marga tidak hanya tertuang dalam dokumen perencanaan, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai aksi konkret yang telah dijalankan sepanjang 2025.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penanaman pohon sebagai upaya penyerapan karbon. Sepanjang tahun lalu, Jasa Marga Group telah menanam sebanyak 31.130 pohon di berbagai wilayah operasionalnya.
Program penghijauan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memperkuat fungsi ekologis kawasan sekitar jalan tol.
Jasa Marga memastikan kegiatan serupa akan terus dilanjutkan pada 2026 sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Di bidang infrastruktur, perusahaan juga mencatat pencapaian melalui bertambahnya jumlah ruas jalan yang memperoleh sertifikasi Green Toll Road Indonesia.
Hingga saat ini terdapat empat ruas tol yang berhasil meraih sertifikasi tersebut, yakni Jalan Tol Bali Mandara, Jalan Tol Kunciran-Serpong, Jalan Tol Gempol-Pandaan, dan Jalan Tol Pandaan-Malang.
Pencapaian tersebut menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menerapkan standar pembangunan dan pengelolaan jalan tol yang lebih ramah lingkungan.
Tidak hanya itu, inovasi energi terbarukan juga menjadi bagian dari transformasi yang dilakukan Jasa Marga. Salah satu langkah yang mendapat perhatian adalah pengembangan Hybrid Wind Tree di Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi.
Teknologi tersebut merupakan turbin angin berbentuk pohon yang terintegrasi dengan panel surya. Sistem ini memanfaatkan energi angin dan matahari secara bersamaan untuk mendukung kebutuhan listrik operasional kawasan jalan tol.
Inovasi tersebut bahkan mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI sebagai pionir pemasangan teknologi serupa di jalan tol Indonesia.
Dalam mendukung transisi energi bersih yang lebih luas, Jasa Marga juga mempercepat penyediaan fasilitas pengisian kendaraan listrik di berbagai rest area yang dikelolanya.
“Sebagai kontribusi nyata dalam mendukung masyarakat beralih ke energi bersih, Jasa Marga juga terus mengakselerasi penyediaan infrastruktur kendaraan listrik di sepanjang koridor jalan tol Jasa Marga Group. Kami juga telah menambah jumlah SPKLU secara masif dan kini telah tersedia 144 titik layanan di seluruh rest area Jasa Marga Group. Langkah ini juga berjalan beriringan dengan kebijakan internal kami, salah satunya melalui inisiatif penggunaan kendaraan listrik sebagai armada dinas perusahaan sebagai upaya mengurangi emisi,” tambah Rivan.
Keberadaan 144 titik SPKLU tersebut menjadi salah satu infrastruktur penting yang mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Upaya keberlanjutan yang dijalankan perusahaan turut membuahkan berbagai penghargaan. Jasa Marga meraih Indonesia Green Awards 2026 untuk kategori pengelolaan sampah terpadu di Rest Area Travoy KM 88B Jalan Tol Cipularang.
Perusahaan juga memperoleh predikat Gold Rank dalam ajang Asia Sustainability Report Rating 2025 atas laporan keberlanjutan yang dinilai memenuhi standar transparansi dan akuntabilitas.
Selain itu, Jasa Marga meraih tiga penghargaan dalam Top CSR Awards 2026 yang menjadi pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Kinerja keberlanjutan tersebut didukung oleh pencapaian efisiensi energi sepanjang 2025. Jasa Marga Group berhasil menurunkan konsumsi listrik sebesar 1,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di lingkungan kantor pusat, penghematan listrik bahkan mencapai 7,89 persen. Sementara penggunaan bahan bakar minyak untuk operasional berhasil ditekan sebesar 2,56 persen.
Efisiensi tersebut berkontribusi langsung terhadap upaya pengurangan emisi karbon perusahaan sekaligus meningkatkan efektivitas operasional.
Rivan menegaskan bahwa kesadaran terhadap isu perubahan iklim kini telah menjadi bagian dari budaya kerja seluruh insan Jasa Marga Group.
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa penyediaan infrastruktur jalan tol yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional juga membawa konsekuensi terhadap peningkatan emisi dari aktivitas kendaraan pengguna jalan. Menyadari hal ini, mitigasi perubahan iklim telah kami integrasikan sebagai tanggung jawab kolektif seluruh insan Jasa Marga di bawah koordinasi langsung Komite Sustainability,” tutup Rivan.
Melalui berbagai program tersebut, Jasa Marga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengendalian perubahan iklim melalui pengurangan emisi, pemanfaatan energi terbarukan, serta penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan di seluruh jaringan jalan tol yang dikelolanya.































