Inflasi AS Melemah, Bursa Asia Diproyeksi Bakal Naik Hari Ini
News
15 July 2026 06:30

Bloomberg, Saham-saham di negara-negara Asia diprediksi akan mencatatkan kenaikan untuk hari kedua berturut-turut pasca perlambatan inflasi AS, sehingga pada waktu sebelumnya telah memicu reli di Wall Street. Dukungan data IHK kemudian meredakan kekhawatiran terkait kenaikan suku bunga Federal Reserve yang akan segera terjadi. Harga minyak melanjutkan kenaikannya.
Pada beberapa bursa utama, seperti di Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Hong Kong, mengindikasikan pembukaan yang lebih tinggi pada Rabu. Raihan di AS menunjukkan hasil positif setelah S&P 500 melanjutkan kenaikan bulan ini. Di awal musim laporan keuangan, para perbankan besar mencatatkan hasil solid.
Kenaikan harga saham produsen chip menopang Nasdaq 100 dengan catatan +1,1%, meskipun International Business Machines Corp. (IBM) anjlok 25% akibat penjualan yang tidak mencapai target.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik tipis pada awal perdagangan Asia setelah AS menyatakan telah melanjutkan blokade laut terhadap kapal-kapal yang melintasi pelabuhan dan wilayah pesisir Iran. Pasukan AS juga melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran.
Harga minyak naik ke level tertinggi dalam sebulan pada hari Selasa seiring para pedagang mencerna perubahan sikap Presiden AS Donald Trump terkait pembayaran kargo di Selat Hormuz, serta semakin banyaknya kapal di perairan tersebut yang menjadi sasaran tembakan Iran.





























