Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam kesaksiannya di hadapan Kongres pada hari Selasa, telah mewanti-wanti agar semua pihak tidak terburu-buru menyatakan "tugas telah selesai" hanya karena adanya laporan yang menguntungkan pada harga konsumen tersebut.

Berdasarkan data hari Rabu, harga energi merosot 6,4% di bulan Juni dibandingkan bulan sebelumnya, sementara harga transportasi dan pergudangan juga mencatatkan penurunan. Meski demikian, tarif angkutan truk terpantau tetap tinggi akibat lonjakan biaya bahan bakar serta menyusutnya jumlah pengemudi di tengah kebijakan keras Donald Trump terhadap imigran.

Sementara itu, harga pangan mencatatkan penurunan untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir. Komponen ini umumnya terus menanjak sepanjang tahun akibat kombinasi berbagai faktor, mulai dari cuaca buruk, imbas perang, hingga pemberlakuan tarif dagang.

Beberapa komponen dalam IHP juga menjadi perhatian khusus bagi The Fed karena data tersebut akan dimasukkan ke dalam indikator inflasi favorit mereka, yaitu indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE). Hasil dari kategori-kategori tersebut terpantau variatif: tarif tiket pesawat melonjak 1,9%, namun biaya manajemen portofolio tumbuh jauh lebih lambat dibandingkan bulan Mei.

Biro Analisis Ekonomi (BEA) dijadwalkan akan merilis data harga PCE bulan Juni, bersama dengan data pendapatan dan pengeluaran masyarakat pada tanggal 30 Juli mendatang.

Indikator tekanan inflasi pada tahap awal proses produksi—yakni harga barang-barang olahan untuk permintaan antara yang mengecualikan makanan dan energi—naik 0,6%, yang merupakan kenaikan terkecil sejak awal tahun. Sementara itu, harga resin dan bahan plastik yang menjadi bahan baku utama bagi berbagai macam barang konsumsi, mencatatkan penurunan untuk pertama kalinya di tahun 2026 ini.

Laporan ini juga menunjukkan adanya pelandaian pada dua sumber tekanan inflasi baru tahun ini, yaitu sektor pusat data (data center) dan produksi pertahanan. Harga komponen elektronik dan aksesorisnya turun untuk bulan kedua berturut-turut, sementara harga yang terkait dengan belanja pemerintah untuk sektor pertahanan merosot 2,2%.

Rincian dalam laporan IHP mengenai margin jasa perdagangan grosir dan eceran juga terus dicermati. Data ini digunakan untuk melihat sejauh mana perusahaan-perusahaan menyerap biaya terkait tarif dagang atau memilih melemparkannya langsung kepada konsumen. Pada bulan Juni, margin ini terpantau sedikit pulih setelah sempat mengalami penurunan besar di bulan Mei.

Meskipun Mahkamah Agung telah membatalkan banyak kebijakan tarif dagang Trump awal tahun ini, pemerintah AS dikabarkan tengah mencari cara lain untuk mengenakan pajak pada barang impor. AS baru-baru ini juga memutuskan untuk tidak memperpanjang perjanjian perdagangan jangka panjang dengan Kanada dan Meksiko, dan memilih opsi peninjauan tahunan. Langkah ini dinilai dapat memicu ketidakpastian tambahan bagi dunia usaha dalam beberapa bulan ke depan.

Dalam laporan terpisah pada hari Rabu, indeks kondisi bisnis umum untuk aktivitas pabrik dari Federal Reserve Bank of New York menunjukkan pemulihan pada bulan Juli. Kenaikan ini ditopang oleh meningkatnya pesanan baru dan pengiriman barang, serta indeks ketenagakerjaan yang melonjak ke level tertinggi sejak Desember 2022. Di sisi lain, indikator harga yang dibayarkan terpantau melandai namun tetap berada di level tinggi, sementara prospek untuk harga yang dibayarkan dan harga yang diterima terpantau menurun.

(bbn)

No more pages