Bursa Asia Bersiap Dibuka Bervariasi usai Rilis Inflasi IHP AS
News
16 July 2026 06:45

Stephen Kirkland - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham di kawasan Asia bersiap dibuka bervariasi pada perdagangan hari Kamis (16/7). Pergerakan ini mengikuti sesi perdagangan Wall Street sebelumnya yang melesat berkat rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan. Di sisi lain, harga minyak bumi dibuka menguat pagi ini.
Kontrak berjangka (futures) indeks saham mengindikasikan adanya penurunan di bursa Jepang dan Korea Selatan, sementara bursa Hong Kong dan Australia berpotensi dibuka menguat. Kontrak untuk indeks S&P 500 terpantau tidak banyak berubah di awal perdagangan Asia pagi ini, menyusul penguatan sebesar 0,4% pada perdagangan hari Rabu kemarin. Sebaliknya, indeks Nasdaq 100 yang padat saham teknologi justru terkoreksi 0,3%.
Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) bergerak naik tipis di awal perdagangan pagi ini, melanjutkan tren penguatan selama tiga hari berturut-turut setelah AS meluncurkan serangan udara baru ke wilayah Iran. Gelombang serangan terbaru meluncur pada pukul 15.00 waktu AS Timur hari Rabu kemarin, berdasarkan laporan resmi Komando Pusat AS (US Central Command).
Obligasi pemerintah AS (Treasury) mencatatkan penguatan setelah inflasi harga produsen terpantau melandai pada bulan Juni. Data ini memicu para pelaku pasar untuk kembali mengurangi spekulasi mereka terkait kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tahun ini. Pasar kini hanya memperhitungkan peluang kenaikan sekitar tiga basis poin pada bulan ini—atau setara dengan peluang kurang dari 10% untuk kenaikan sebesar 25 basis poin. Menyusul kondisi tersebut, mata uang dolar AS melemah untuk hari kedua berturut-turut.





























