Logo Bloomberg Technoz

Evaluasi Haji 2026: Konsumsi hingga Kesehatan Jadi Fokus

Pramesti Regita Cindy
08 July 2026 10:00

Jamaah haji mengikuti proses sebelum pemberangkatan di Asrama Haji Pondok gede, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Jamaah haji mengikuti proses sebelum pemberangkatan di Asrama Haji Pondok gede, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan hasil evaluasi perdana mereka terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan meski pelaksanaan haji di bawah kementeriannya berjalan dengan baik, namun ia mengaku masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu jadi evaluasi ke depannya. 

"Kementerian Haji dan Umrah menetapkan berbagai langkah tindak lanjut sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan, penguatan tata kelola, dan penyempurnaan penyelenggara Haji pada tahun yang mendatang," kata Irfan dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Selasa (7/7/2026) malam. 


Ia lantas membeberkan sejumlah evaluasi yang menjadi catatan-nya. Pada sektor akomodasi, Kementerian Haji menyoroti adanya ketidaksesuaian kapasitas kamar hotel dengan penempatan jemaah, lalu masih ditemukannya kerusakan fasilitas seperti lift, gangguan utilitas, hingga penempatan jemaah yang terpisah dari keluarga maupun pendamping. 

Selain itu, kepadatan di tenda Mina saat puncak haji menyebabkan sebagian jemaah tidak memperoleh tempat istirahat yang memadai.