Panas Terik selama Musim Semi di Mekah Ancam Jutaan Jemaah Haji
Redaksi
02 June 2026 13:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saat jutaan umat Muslim berkumpul untuk menunaikan ibadah haji di Mekah, Arab Saudi, analisis ilmiah baru memperingatkan bahwa "periode aman" untuk ibadah tersebut semakin menyempit, di mana peningkatan risiko kelelahan akibat panas dan sengatan panas akibat perubahan iklim disebabkan oleh manusia.
Laporan tersebut dirilis oleh World Weather Attribution (WWA), sebuah inisiatif yang menganalisis peran perubahan iklim dalam peristiwa cuaca ekstrem.
Ibadah haji mengikuti kalender lunar Islam, yang 10-15 hari lebih pendek daripada kalender matahari Gregorian yang lebih umum digunakan. Hal ini berarti tanggal ibadah haji bergeser lebih awal setiap tahun.
Secara historis, Mei di Arab Saudi memiliki suhu yang lebih sejuk dibandingkan dengan bulan-bulan musim panas Juni hingga September. Para peneliti dari WWA menemukan bahwa suhu Mei di Mekah kini mencerminkan panas musim panas yang intens seperti pada tahun 1980-an.
Perubahan iklim telah menyebabkan suhu rata-rata Mei di Mekah melonjak sekitar 3,5°C dibandingkan dengan iklim pra-industri, sebelum pelepasan gas rumah kaca yang dipicu oleh manusia meningkat pesat. Suhu puncak pada Mei kini sekitar 2°C lebih panas.

































