Logo Bloomberg Technoz

MANDATORI BIODIESEL

Pertamina Mulai Salurkan B50 di Pulau Sumatra hingga Makassar

Sabrina Mulia Rhamadanty
08 July 2026 08:30

Pendangkalan Alur Pelabuhan Pulau Baai, Pertamina Antisipasi Pasokan BBM Bengkulu dari Tiga Terminal BBM (Dok. Pertamina)
Pendangkalan Alur Pelabuhan Pulau Baai, Pertamina Antisipasi Pasokan BBM Bengkulu dari Tiga Terminal BBM (Dok. Pertamina)

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) resmi mendistribusikan biodiesel B50 yang merupakan campuran antara 50% bahan bakar nabati dari minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dengan 50% solar konvensional di beberapa wilayah di Indonesia. 

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan, pada tahap awal atau tahap transisi dari B40 ke B50, perseroan menyalurkan B50 ke beberapa wilayah di antaranya Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Kota Balikpapan, hingga Kota Makassar.

Distribusi awal ini dilakukan melalui 29 terminal BBM dari total 126 terminal BBM milik Pertamina.


“Sebanyak 29 dari 126 terminal Pertamina sudah mulai mendistribusikan B50 mulai 1 Juli 2026 sesuai ketetapan dari pemerintah. Sementara itu, 29 terminal BBM ini mencakup sebagian besar di Sumatra dan Pulau Jawa, Balikpapan dan Makassar,” jelasnya saat dihubungi, Rabu (8/7/2026).

Sampel biodiesel B50./dok. Kementerian ESDM

Perusahaan juga menyatakan infrastruktur penyaluran, mulai dari terminal bahan bakar minyak (TBBM) hingga ke lembaga penyalur seperti stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan agen premium dan minyak solar (APMS), telah siap beroperasi untuk mendukung program ini.