Logo Bloomberg Technoz

Banjir Investasi Pusat Data, RI Hadapi Realita Kekurangan Talenta

Muhammad Fikri
08 July 2026 11:25

Kualitas SDM Indonesia rendah di tengah kebutuhan industri pusat data (Diolah)
Kualitas SDM Indonesia rendah di tengah kebutuhan industri pusat data (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi tujuan investasi pusat data (data center) di kawasan Asia Tenggara seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Namun, derasnya investasi tersebut dinilai belum diimbangi kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mampu memenuhi kebutuhan industri.

Pakar teknologi Onno W. Purbo menilai tantangan utama pengembangan industri pusat data di Indonesia kini bukan lagi terbatas pada ketersediaan listrik maupun lahan, melainkan kemampuan mencetak tenaga kerja dengan kompetensi khusus yang dibutuhkan industri.

Menurut Onno, persoalan tersebut tidak semata-mata disebabkan sistem pendidikan, melainkan belum terhubungnya rantai pengembangan talenta mulai dari perguruan tinggi, politeknik, industri, sertifikasi profesi hingga jenjang karier.


"Menurut saya, akar persoalannya bukan semata-mata sistem pendidikan, tetapi putusnya rantai pasok talenta dari kampus, politeknik, industri, sertifikasi, sampai karier profesional," katanya kepada Bloomberg Technoz, dikutip Rabu (8/7/2026).

Ilustrasi pengembangan pusat data. dok: Bloomberg

Onno memaparkan bahwa kebutuhan tenaga kerja meningkat sangat cepat sejalan dengan pertumbuhan industri pusat data yang dipacu oleh perkembangan AI. Mengutip data Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia (IDPRO), industri data center global tumbuh sekitar 20%-25% per tahun, sementara pertumbuhan di Indonesia dinilai lebih tinggi karena mendapat limpahan investasi dari negara tetangga yang mulai menghadapi keterbatasan kapasitas.