AI Lebih Dibutuhkan di Industri Perbankan, Bankir Nanti Dulu
News
21 May 2026 12:45

Bloomberg, CEO JPMorgan Chase & Co. Jamie Dimon mengatakan bahwa perusahaan kemungkinan akan merekrut lebih banyak spesialis kecerdasan buatan (AI) dan lebih sedikit pegawai bank tradisional seiring dengan percepatan adopsi teknologi tersebut.
“Saya pikir hal ini akan mengurangi jumlah pekerjaan kami di masa depan, Akan ada berbagai jenis pekerjaan, dan saya pikir kami akan merekrut lebih banyak tenaga ahli AI dan mengurangi jumlah bankir di kategori tertentu, dan hal ini akan membuat mereka lebih produktif,” kata Dimon dalam wawancara dengan Bloomberg Television di China Summit bank tersebut di Shanghai.
Pernyataan Dimon menyoroti pergeseran industri yang lebih luas menuju otomatisasi yang sedang mengubah lanskap tenaga kerja keuangan global. Seiring penyebaran AI di Wall Street, lembaga keuangan bertarung dalam peningkatan produktivitas dan menyederhanakan operasional. Di sisi lain AI memicu potensi reaksi politik dan sosial akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).
Tak seperti beberapa rekan sejawatnya di bidang perbankan, Dimon bersikap lebih bijaksana, dengan berpendapat bahwa transisi yang didorong oleh AI sebagian besar dapat dikelola melalui pergantian karyawan secara alami, bukan melalui PHK besar-besaran.
Walau AI mengubah setiap tingkatan pekerjaan, melampaui tugas-tugas back-office ke fungsi-fungsi bernilai lebih tinggi, Dimon mengatakan bahwa hal ini juga akan menciptakan peran-peran baru, terutama di bidang yang berhubungan langsung dengan klien.






























