BI Rate Rendah, Bunga Kredit Cuma Turun 44 Bps ke 8,76% pada 2026
Mis Fransiska Dewi
20 May 2026 17:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai transmisi pelonggaran kebijakan moneter terhadap penurunan suku bunga perbankan masih berlanjut. Berbagai suku bunga perbankan masih dalam tren menurun, meski belum signifikan, didukung oleh kondisi likuiditas yang longgar.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan suku bunga kredit tercatat turun sebesar 44 basispoin (bps) dari 9,20% pada awal Januari 2025 menjadi 8,76% pada Maret 2026.
"Sementara itu, suku bunga deposito 1 bulan turun sebesar 62 bps dari 4,81% pada awal Januari 2025 menjadi 4,19% pada Maret 2026," ujar Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur BI periode Mei 2026, Rabu (20/5/2026).
Ke depan, dia menilai perbankan perlu terus mendorong upaya penurunan suku bunga dana dan kredit perbankan agar dapat mendorong pertumbuhan kredit guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan koordinasi dalam mengurangi pemberian special rate kepada deposan besar yang saat ini mencapai 26,30% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK).
Di sisi lain, pertumbuhan jumlah uang beredar tetap terjaga sejalan dengan kebijakan ekspansi likuiditas yang ditempuh Bank Indonesia. Pertumbuhan M0 pada Maret 2026 tetap tinggi sebesar 11,8% (yoy). Dari komponennya, pertumbuhan M0 pada Maret 2026 terutama dipengaruhi oleh giro bank umum di BI yang tumbuh sebesar 38,3% dan uang kartal yang tumbuh sebesar 8,6%.































