Logo Bloomberg Technoz

Beda Haluan Soal Iran, Hubungan Trump-Netanyahu Disebut Memanas

Redaksi
21 May 2026 10:50

Donald Trump bersama Netanyahu. (Sumber: Bloomberg)
Donald Trump bersama Netanyahu. (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Hubungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan menegang. Dikutip dari CNN, seorang pejabat AS mengatakan kedua pemimpin terlibat dalam percakapan telepon yang sangat tegang pada hari Selasa (19/5), mencerminkan perbedaan pandangan mereka terkait kelanjutan perang melawan Iran.

Ketegangan ini bukan tanpa alasan. Ketika kedua pemimpin berbicara pada hari Minggu sebelumnya, Trump sempat mengisyaratkan bahwa dirinya kemungkinan besar akan melanjutkan serangan tertarget baru ke Iran pada awal pekan. Menurut laporan sebelumnya, operasi militer baru tersebut bahkan sudah disiapkan dengan nama sandi: Operation Sledgehammer (Operasi Palu Gada).

Namun, sekitar 24 hari setelah pembicaraan awal itu, Trump mengumumkan penundaan serangan yang sedianya diluncurkan hari Selasa. Trump berdalih pembatalan itu merupakan pemenuhan atas permintaan negara-negara sekutunya di kawasan Teluk, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).


Sumber pejabat AS serta seorang informan yang mengetahui situasi tersebut mengungkapkan bahwa sejak penundaan itu, negara-negara Teluk terus menjalin kontak erat dengan Gedung Putih dan mediator dari Pakistan guna menyusun kerangka kerja demi memuluskan jalur negosiasi diplomatik.

"Kami sedang berada di tahap akhir dengan Iran. Kita lihat saja apa yang akan terjadi," ujar Trump kepada para jurnalis pada Rabu pagi terkait upaya menggolkan kesepakatan damai. "Kita akan mencapai kesepakatan atau kita akan melakukan beberapa hal yang sedikit buruk. Tapi mudah-mudahan hal buruk itu tidak terjadi."