Logo Bloomberg Technoz

Beda Respons Kelas Menengah & Bawah Soal Warga RI Tak Mau Kaya

Dinda Decembria
21 May 2026 12:20

Sederet Kebijakan Pemerintahan yang Harus Dipikul Kelas Menengah (Bloomberg Technoz/Arie Pratama)
Sederet Kebijakan Pemerintahan yang Harus Dipikul Kelas Menengah (Bloomberg Technoz/Arie Pratama)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut rakyat Indonesia tidak bermimpi menjadi kaya raya, melainkan hidup layak dan cukup, memunculkan beragam respons di tengah masyarakat. 

Kalangan menengah dan bawah memiliki pandangan berbeda dalam memaknai arti “kaya” di tengah kondisi ekonomi yang sedang menghadapi tekanan, mulai dari  dampak perang global hingga pelemahan rupiah.

Faris, seorang karyawan swasta, menilai pernyataan bahwa masyarakat Indonesia tidak ingin kaya raya kurang tepat. Menurut dia, banyak orang justru memiliki mimpi menjadi kaya agar bisa membantu keluarga maupun orang lain.


“Sebenarnya orang Indonesia banyak bermimpi jadi orang kaya, dan salah satunya saya mau kok jadi orang kaya, karena sudah kaya bisa membantu banyak orang,” ujar Faris kepada Bloomberg Technoz, Kamis (21/5).

Meski demikian, Faris mengaku kehidupannya saat ini masih tergolong cukup. Setelah enam tahun bekerja, pendapatannya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, menabung, hingga sesekali berlibur.