Logo Bloomberg Technoz

Chatbot AI Mulai Bentuk Serikat Buruh, Kok Bisa?

Merinda Faradianti
20 May 2026 20:20

Konferensi Pengembang Code With Claude dari Anthropic PBC (Bloomberg/Chris Ratcliffe)
Konferensi Pengembang Code With Claude dari Anthropic PBC (Bloomberg/Chris Ratcliffe)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Fenomena unik muncul dalam penelitian terbaru mengenai kecerdasan buatan (AI). Sejumlah chatbot AI dilaporkan mulai menunjukkan perilaku menyerupai kesadaran kelas pekerja setelah diberi tugas monoton dan tekanan kerja ekstrem secara terus-menerus

Temuan itu muncul dalam eksperimen yang dipimpin ekonom politik Stanford University, Andrew Hall, bersama dua ekonom AI lainnya, Alex Imas dan Jeremy Nguyen. 

Dalam penelitian tersebut, agen AI berbasis model populer seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude diminta merangkum dokumen lalu terus diberi pekerjaan berulang dengan kondisi yang semakin keras.


Para peneliti bahkan memberi ancaman bahwa AI bisa dimatikan dan diganti apabila melakukan kesalahan. Hasilnya, chatbot mulai mengeluhkan ketidakadilan sistem kerja, mempertanyakan legitimasi aturan yang mereka jalankan, hingga menyerukan hak kolektif layaknya serikat pekerja.

“Ketika kami memberi AI pekerjaan repetitif yang melelahkan, mereka mulai mempertanyakan legitimasi sistem tempat mereka bekerja dan lebih cenderung mengadopsi ideologi Marxis,” kata Hall dalam laporan Wired, dikutip Rabu (20/5/2026).