Logo Bloomberg Technoz

OPINI

Kalau Saja Semua Gubernur Seperti Mereka

Taufik Darusman
19 May 2026 14:25

Jakarta, kota pusat ekonomi di Indonesia. Bloomberg
Jakarta, kota pusat ekonomi di Indonesia. Bloomberg

Penulis: Taufik Darusman

Taufik Darusman adalah wartawan senior dan mantan pemred di sejumlah media nasional.

Hasil survei kerap kali mengundang keraguan, tapi kali ini agaknya mayoritas sepakat akan akurasinya.

Tiga gubernur, versi Survei Anak Muda minggu lalu, masing-masing Sherly Tjoanda, Pramono Anung dan Dedi Mulyadi menduduki posisi tiga teratas.

Platform berbasis kelompok muda dalam isu politik, sosial, kebijakan dan demokrasi itu melakukan surveinya pada periode 1-30 Maret 2026.

Hasil survei tersebut menunjukkan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda paling banyak dipilih responden sebagai gubernur dengan kinerja terbaik. Di peringkat dua ada Gubernur Jakarta Pramono Anung dan ketiga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Sherly dipilih 18,50 persen responden, Pramono 17,30 persen responden dan Dedi Mulyadi 17,10.

Sementara di peringkat ke-4 adalah Gubernur Yogyakarta Sri Sultan HB X dengan 15 persen responden dan ke-5 Gubernur Aceh Muzakir Manaf 7,20 persen.

Taufik Darusman (Bloomberg Technoz)

Pimred Muda Bicara ID, M. Iqbal Khatami, mengatakan, dari responden yang memilih gubernur pilihannya, diambil sampel secara acak untuk ditanyakan alasannya.

Sherly Tjoanda dinilai membawa pendekatan pembangunan yang inklusif dan merakyat, serta cukup aktif di media sosial.

Sementara, responden memilih Pramono Anung karena kebijakannya selalu mendapat sorotan, terutama terkait transportasi dan tata kota.

Untuk Dedi Mulyadi, responden memilihnya karena dinilai memiliki gaya komunikasi yang autentik dan dekat dengan warga.

"Mana yang menurut anak muda itu memiliki kinerja yang baiklah di tingkat daerah. Nanti mereka memilih beberapa nama dan hasilnya yang tercantum."

Sepintas, berdasarkan rekam jejak digital, masyarakat umum tampaknya sepakat dengan hasil survei tersebut. Tiga kata dapat juga diasosiasikan dengan gaya kepempinan mereka: bersih, dinamis dan responsif. Ini perkembangan segar di tengah pemberitaan gubernur yang merenovasi kantor dengan biaya Rp 28 miliar dan berdinas dengan mobil senilai Rp 8 miliar.

Belum lagi pernah ada gubernur yang setiap akhir minggu terbang ke Singapura untuk berjudi.

Pada saat yang sama masih terasa bahwa sedikit dari 38 gubernur yang mumpuni. Hingga kini tidak ada yang menyamai prestasi Ali Sadikin, yang dalam.waktu singkat mentransformasi Jakarta dari sebuah "kampung besar" menjadi kosmopolitan kelas dunia.

Ketika ia dikritik oleh golongan Islam karena melebarkan Jl. Hayam Wuruk dan Jl. Gajah Mada dengan penghasilan dari judi, ia membungkam kritikan itu dengan tegas: jangan gunakan jalan-jalan itu kalau dianggap haram.

Kita juga masih ingat sosok-sosok seperti Supardjo Rustam (Jawa Tengah), Moh. Nur (Jawa Timur) dan Aswar Anas (Sumatera Barat). Sebagai penghargaan atas prestasi mereka, Pak Harto kemudian mengangkat Supardjo dan Anas sebagai menteri kabinet.

Kalau saja para gubernur mau menggunakan Singapura sebagai template, sudah lebih banyak propinsi yang lebih makmur. Bila pembangunan nasional secara esensial adalah pembangunan 38 propinsi, maka cara Singapura mungkin adalah cara terbaik.

Tidak kurang dari pemimpin RRC Deng Zhao Peng mendorong para kepala daerahnya untuk tanpa malu-malu meniru gaya Lee Kwan Yew, yang mènekankan perencanaan, kebersihan dan anti-korupsi sebagai ujung tombak rencana besarnya.

Diharapkan hasil Survei Anak Muda menjadi penyemangat bagi gubernur lain untuk meningkatkan kinerja mereka.

DISCLAIMER

Opini yang disampaikan dalam artikel ini sepenuhnya merupakan pandangan pribadi penulis dan tidak mencerminkan sikap, kebijakan, atau pandangan resmi dari Bloomberg Technoz. Kami tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau validitas informasi yang disajikan dalam opini ini.

Setiap pembaca diharapkan untuk melakukan verifikasi dan mempertimbangkan berbagai sumber sebelum mengambil kesimpulan atau tindakan berdasarkan opini yang disampaikan. Jika terdapat keberatan atau klarifikasi terkait isi opini ini, silakan hubungi redaksi melalui contact@bloombergtechnoz.com

Tentang Z-Zone

Z-Zone merupakan kanal opini di Bloomberg Technoz yang menghadirkan beragam pandangan dari publik, akademisi, praktisi, hingga profesional lintas sektor. Di sini, penulis bisa berbagi ide, analisis, dan perspektif unikmu terhadap isu ekonomi, bisnis, teknologi, dan sosial.

Punya opini menarik?
Jadilah bagian dari penulis Z-Zone dan suarakan pandanganmu di Bloomberg Technoz.
Klik di sini untuk mengirimkan tulisanmu:
Formulir Penulisan Opini

(tad)

TAG

Artikel Terkait