Logo Bloomberg Technoz

Dengan tingkat pengunduran diri tahunan sekitar 10%, atau sekitar 25.000 hingga 30.000 karyawan yang keluar setiap tahun, JPMorgan memiliki keleluasaan untuk melatih ulang staf, memindahkan pekerja ke posisi lain, atau menawarkan paket pensiun dini, kata Dimon.

CEO Standard Chartered Plc Bill Winters belum lama memicu perdebatan dengan menyatakan bahwa pemberi pinjaman pasar negara berkembang tersebut sedang mengganti “SDM bernilai rendah” dengan teknologi untuk menghilangkan 8.000 peran pendukung selama empat tahun ke depan.

Hal itu menyusul pernyataan dari Presiden Goldman Sachs Group Inc. John Waldron, yang baru-baru ini menggambarkan operasi back-office tradisional sebagai “jalur perakitan manusia” yang siap untuk otomatisasi.

CEO HSBC Holdings Plc, Georges Elhedery, juga ikut berkomentar pekan ini, memperingatkan bahwa AI akan “menghapus” peran tertentu sambil menciptakan yang lain, dan mendesak karyawan untuk beradaptasi dengan pergeseran teknologi tersebut daripada menolaknya.

Pergeseran struktural ini didukung oleh data industri. Sekitar 30% jam kerja di sektor keuangan dan asuransi berpotensi diotomatisasi pada tahun 2030, menurut perkiraan McKinsey & Co. 

Penelitian lain dari Citigroup Inc. menunjukkan bahwa lebih dari separuh pekerjaan di sektor perbankan memiliki potensi tinggi untuk digantikan atau didukung oleh teknologi.

CEO JPMorgan Chase & Co. Jamie Dimon (Sumber: Bloomberg)

Pada hari Kamis, Dimon membela Winters, yang ia gambarkan sebagai seorang teman. 

“Itu adalah cara yang kurang tepat untuk mengatakannya, Saya pikir itu akan menjadi pekerjaan-pekerjaan lama. Jika pekerjaan back-office menghilang, kita membutuhkan lebih banyak pekerjaan front-office untuk melayani lebih banyak klien,” jelas dia.

Namun, ia juga memberikan catatan jika transisi ini tidak berjalan secara hati-hati. “Saya pikir menjadi tanggung jawab kita, sebagai masyarakat, untuk memikirkan dampaknya jika hal ini terjadi terlalu cepat,” pungkas Dimon. 

(bbn)

No more pages