AI Ciptakan Sekaligus Hilangkan Pekerjaan di Sektor Finansial
Merinda Faradianti
21 May 2026 11:25

Bloomberg Technoz, Jakarta - CEO HSBC Georges Elhedery mengatakan, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan menciptakan sekaligus menghilangkan sejumlah pekerjaan di industri jasa keuangan, disampaikan dalam acara investor HSBC di Hong Kong.
Keresahan tersebut ia ungkapkan di tengah percepatan adopsi AI oleh perbankan global untuk meningkatkan efisiensi dan pertumbuhan keuntungan melalui pemangkasan biaya operasional.
“Kita semua tahu AI generatif akan menghancurkan pekerjaan tertentu dan menciptakan pekerjaan baru,” ujar Elhedery, dalam laporan South China Morning Post, dikutip Kamis (21/5/2026).
Meski demikian, Elhedery menegaskan HSBC akan berfokus pada pelatihan ulang karyawan agar mampu beradaptasi dengan perubahan industri yang dipicu perkembangan AI.
Menjaga keterlibatan karyawan artinya mereka harus “ikut serta dalam perjalanan ini bersama kami, bukan melawan kami, bukan merasa terpinggirkan, bukan cemas, kerepotan, dan menolak perubahan,” seperti dilaporkan juga Bloomberg News.
Rencana adopsi AI HSBC telah diumumkan sehari setelah saingannya, Standard Chartered berencana menggunakan AI untuk mengotomatisasi proses kerja dan mengganti 15% staf back office pada tahun 2030, dan menurut analis akan mengakibatkan hilangnya sekitar 7.000 pekerjaan.
“Misi pertama kami adalah memastikan karyawan mendapatkan kemampuan pelatihan dan tool produktivitas agar mereka siap menghadapi masa depan, menjadi versi yang lebih baik, lebih produktif, dan berkinerja lebih tinggi,” katanya.
HSBC juga tengah menyederhanakan lebih dari 50 alur kerja sebagai bagian dari strategi transformasi digital perusahaan. Bank tersebut bahkan menunjuk Chief AI Officer untuk meninjau proses bisnis, teknologi, dan operasional guna membantu mendesain ulang sistem kerja dengan dukungan AI serta mitra eksternal
“Misi kedua kami adalah menyederhanakan dan meningkatkan skala cara kami beroperasi,” tambah Elhedery.
Menurutnya, AI juga dapat meningkatkan pengalaman nasabah. Salah satu contohnya adalah mempercepat proses pemeriksaan latar belakang pelanggan sehingga waktu onboarding nasabah dapat dipangkas hingga 50%.
Pimpinan perusahaan cenderung mengambil dua pendekatan berbeda, pertama optimis dan blak-blakan bahwa manusia dalam ancaman di era AI. Seperti disampaikan COO Goldman Sachs Group Inc., John Waldron yang memperingati bahwa otomatisasi berdampak pada hilangnya ribuan posisi kerja manusia. Waldron menyebutnya sebagai bisnis i “jalur perakitan manusia” segara akan diotomatisasi.































